Wahhhhhhh….hari ini praktikum SFS-nya mantabbb bgt. Udah gitu laporannya banyak bgt lagi…

Praktikumnya itu pengenalan tentang auto pipiet, sentrifus, dan pH meter

cerita inspirasi

Nama : Sylvia
Nrp : G84100080
Laskar : 12 Nama Blog : sylvia7607

Dalam cerita ini, saya akan menceritakan tentang seorang perempuan yang tegar dan kuat dalam menghadapi segala cobaan yang menimpa dalam hidupnya. Sebut saja namanya Eni. Dia seorang perempuan yang hidup di sebuah rumah sederhana di sebuah desa yang cukup maju. Semasa kecilnya, ia sering diajak oleh ibunya untuk ikut bekerja sebagai penyadap karet. Karena sering lupa belajar dan jarang ke sekolah, akibatnya ia hanya bersekolah hingga tingkat SD saja. Ia punya seorang kakak laki-laki yang umurnya tidak terlalu jauh dengannya. Kakaknya sering diajak oleh ayahnya bekerja ke sebuah daerah yang jaraknya sangat jauh dari dari rumahnya. Sehingga mereka hanya pulang sesekali.
Ayahnya adalah seorang yang pemarah. Semasa kecilnya, ia dilarang bermain-main dengan teman sebayanya. Jika ia melanggar, maka ia akan dipukuli oleh ayahnya. Hingga suatu ketika, ayahnya meninggal pada saat bekerja ketika ia berusia 20 tahun. Hal tersebut mengharuskannya bekerja lebih keras lagi untuk membantu ibunya. Kemudian ia menikah dengan seorang laki-laki dan memperoleh seorang anak perempuan. Namun pernikahannya gagal ketika anaknya berusia 5 tahun. Keadaan tersebut mengharuskannya mencari pekerjaan agar ia bisa menghidupi anaknya. Hingga ia diterima disebuah perusahaan pengolah kayu yang berada diluar daerah. Ia harus meninggalkan ibu dan anaknya demi pekerjaan tersebut karena kakaknya juga sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari rumahnya.
Ia sering mengirimkan uang bahkan baju untuk anak serta ibunya. Setelah cukup lama bekerja, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang kemudian menjadi suaminya. Setelah menikah, ia kembali tinggal bersama dengan ibunya. Bersama suaminya, ia memperoleh seorang anak perempuan. Untuk membantu suaminya, ia membuka sebuah warung kecil didepan rumahnya. Ternyata, warung tersebut cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat disekitar rumahnya. Karena ia dan ibunya harus bekerja serta merawat anak keduanya, terpaksa ia harus menitipkan anak pertamanya kepada tetangganya yang masih mempunyai hubungan keluarga dengannya. Kemudian, lahirlah anak ketiga yang mempunyai jenis kelamin perempuan.
Lama-kelamaan, pelanggan warungnya semakin berkurang karena banyak orang yang juga membuka warung sendiri. Pada akhirnya, keadaan tersebut mengharuskannya untuk menutup warungnya. Untuk menyambung hidup, ia bekerja membantu ibunya sebagai penyadap karet. Profesi tersebut ia jalani sampai sekarang. Cobaan-cobaan hidupnya mulai muncul setelah ibunya meninggal.
Setelah ibunya meninggal, ia harus berjuang sendirian untuk menghidupi kedua anaknya yang masih bersekolah karena suaminya pergi meninggalkan rumah setelah terjadi konflik sebelum ibunya meninggal. Tidak lama dari kepergian ibunya, datanglah kakaknya untuk membicarakan masalah pembagian harta. Namun masalah tersebut tidak menemukan titik terang sehingga menyebabkan terjadinya perpecahan diantara keluarga tersebut. Masalah tersebut juga membawa konflik antara ia dan anak pertamanya yang sudah menikah. Ditengah-tengah masalah tersebut, anak keduanya berusaha mencari informasi tentang ayahnya agar bisa mendampingi ibunya ditengah permasalahan tersebut. Hingga akhirnya, pencarian tersebut membuahkan hasil dan tidak lama ayahnya kembali kerumah.
Setelah itu, Eni merasa bebannya berkurang namun bukan berarti masalah dalam hidupnya akan berakhir. Setelah masalah tersebut, muncul kembali masalah lain. Para keluarga yang membencinya menghasut para tetangga mengenai keburukannya. Awalnya mungkin ia marah, namun lama-kelamaan ia sudah terbiasa dengan kata-kata tersebut karena ia menganggap hal itu tidak benar dan berharap Allah swt dapat menyadarkan mereka bahwa hal yang dilakukan tersebut merupakan perbuatan yang sia-sia dan menimbulkan dosa. Namun dibalik itu masih banyak orang-orang yang peduli dan percaya dengannya. Dari situlah ia bisa memperoleh dukungan yang sangat besar dan bangun dari keterpurukannya. Hari-hari ia jalani dengan bekerja hingga anaknya yang yang kedua berhasil lulus SMA dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke universitas. Dari sana ia berharap anaknya bisa membawa perubahan bagi keluarganya dan orang lain nantinya. Dan ia selalu berharap, keluarganya yang lain dan anak pertamanya disadarkan oleh Allah swt terhadap apa yang mereka lakukan dahulu dan dapat berkumpul kembali seperti yang dulu.

cerita inspirasi

Nama : Sylvia
Nrp : G84100080
Laskar : 12 Nama Blog : sylvia7607

Aku seorang remaja yang berasal dari keluarga sederhana. Aku tinggal dalam daerah yang bisa di bilang masyarakatnya cukup modern. Mayoritas masyarakatnya pun bekerja sebagai penyadap karet karena daerahku memang cukup banyak tanaman karetnya. Aku tinggal bersama ayah, ibu, dan seorang adik perempuanku. Awalnya aku tinggal berlima, yakni bersama nenekku. Tapi beliau sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Adikku saat ini masih bersekolah di bangku MTs kelas VIII.
Pendidikanku dimulai dari SD pada tahun 1998 yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Aku tidak sempat merasakan indahnya pendidikan di dunia Taman Kanak-Kanak, karena pada saat itu orang tuaku tidak mampu untuk untuk membayar semua biaya sekolah yang cukup mahal itu.
Bagi setiap orang mungkin beranggapan bahwa masa SD adalah masa-masa yang sangat menyenangkan. Hal itulah yang aku juga rasakan. Mempunyai banyak teman sungguh menyenangkan. Kita bisa bermain bahkan belajar bersama. Prestasiku mulai meningkat dari kelas 3 hingga kelas 6. Meskipun tidak menjadi juara kelas, tapi itu cukup membanggakan orang tuaku. Pada saat kelulusan, aku mulai bingung kemana aku akan melanjutkan pendidikanku selanjutnya. Hingga akhirnya, aku hanya mendaftar di satu sekolah saja dan Alhamdulillah aku diterima. Setiap hari aku harus mengayuh sepeda menuju sekolah tersebut yang berjarak sekitar 3 km dari rumahku. Pada saat kelulusan, aku memperoleh nilai ujian yang cukup memuaskan. Dari nilai-nilai tersebut aku bisa lulus pada seleksi penerimaan siswa baru di sebuah SMU yang cukup bergengsi di daerah ku.
Pada awal-awal aku bersekolah di SMA tersebut, aku mulai merasakan kesulitan dalam hal biaya sekolah karena biaya SPP pada waktu masih cukup mahal. Hingga aku berusaha meminta keringanan kepada sekolahku. Meskipun keringanan tersebut baru dapat direalisasikan pada saat aku duduk di bangku kelas XI, tapi aku bersyukur keinginanku bisa terkabul. Ketika aku duduk di kelas XII, SPP sekolahku dibebaskan. Meskipun gratis, tapi aku masih menerima beasiswa yang diberikan melalui sekolahku. Setelah ujian nasional berakhir, aku mulai bingung untuk menentukan apakah aku harus berhenti hingga SMA saja atau aku akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Namun,mengingat pengeluaran biaya kuliah lebih besar dibandingkan dengan pendapatan orang tua akhirnya aku memutuskan aku tidak akan melanjutkan kuliah dan akan mencoba mencari pekerjaan agar aku bisa mengurangi beban orang tuaku. Namun aku beruntung karena mempunyai teman-teman yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan agar aku bisa kuliah. Mereka mengajakku untuk mencoba mendaftar kuliah melalui program beasiswa yang disebarkan ke tiap-tiap sekolah se Kabupaten. Dalam satu kabupaten itu akan diambil sebanyak 10 orang. Akhirnya, aku mencoba untuk ikut serta mendaftar. Namun, hampir satu bulan setelah pendaftaran itu tidak ada kabar ataupun berita mengenai siapa yang lolos dalam seleksi itu. Tapi aku tidak pernah putus asa untuk selalu berdo’a agar aku bisa lolos. Aku juga punya orang tua yang selalu memberikan dukungan dan mendo’akanku bahwa aku harus yakin bahwa aku akan diterima.
Tapi ternyata, usaha dan do’aku selama ini membuahkan hasil. Namaku keluar sebagai salah satu siswa yang lolos dalam seleksi itu. Tidak ada kata yang bisa aku katakan selain terus bersyukur kepada Allah swt dan berterima kasih kepada kepada orang tua dan teman-temanku yang sudah memberikan dukungan selama ini. Namun disisi lain, berat rasanya harus meninggalkan orang tua. Tapi aku yakin bahwa dibalik itu semua akan ada sebuah keberhasilan yang akan aku raih di kemudian hari dan nantinya bisa membuat orang tua, teman-teman, dan semua orang terdekatku merasa bangga. Semua ini memberikan pelajaran atau hikmah bahwa kita harus terus berusaha dan selalu berdo’a tanpa ada rasa putus asa , maka insyaallah apa yang kita inginkan akan bisa kita capai nantinya………………………………………………

Pelatihan TI

Hari Pelatihan TI DI STUDENT CENTER